Juru Selamat dari Sisa yang Diributkan Semalam itu Ternyata Bocah

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/
sepintas, kau akan dengan mudah mendapati cerita orang-orang tentang pagi; tentang bagaimana hangatnya kopi yang diseduh oleh istri di sebuah cangkir keramik, atau tentang warna langit yang nampak menguning dan pelbagai berisik bunyi dari serentetan diorama pagi

ya, yang semacam itu memang kan mudah didulang pabila sepintas

namun, semisal kau bersedia menelaah jauh lebih dalam; menembus dari apa yang disebut oleh kebanyakan orang sebagai batas, maka kau akan dapati rupa yang sebenarnya dari apa yang telah diceritakan…

mungkin lebab di bagian pelipis sebelah kanan, mungkin bosan yang terselip di balik bantal, atau mungkin juga perihal pisah yang kerap tenggelam oleh airmuka bocah’ (baca saja anak)

/2/
apakah Tuan dan Puan tengah menyeduh kopi dengan sisa dari apa yang diributkan semalam?

kurasa, iya! bahkan tak hanya sekali, tapi kemarin-kemarin juga; mencampur sisa-sisa dari yang diributkan dengan pelbagai busana: mendandani gelas terbang agar nampak serupa sulapan, melengserkan kedudukan lauk dan sayuran dari tahta meja makan, serta melupa tuk pulang demi mendulang hiburan di barisan para mantan; seragamnya mengumbar keluh di sosial media dan membuang peluh di lokalisasi kelas kecoa (anggap saja keberadaan anak—kemudian—menjadi sang juru selamat)