Lambemu, Kecut!

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

minggu punya senja, meski hanya sekadar semburat

ya, untung ada bayu, yang menarikan desir lirih nan mendayu

kopimu dan kopiku, sama-sama terseduh di mug marmer bergambar karikatur

sudah suam-suam kuku, karena didih telah beringsut dari limabelas menit lalu

kretekmu tersulut, kauhisap, dan kepulan putih pucat menyembur dari mulut

kupagut, seruput, lalu beringsut dari kecut

”Jangkrik! Kenapa seduhan arabicamu juga disemati getir?”

kau hanya meringis, dan berlagak sok manis