Mutan Pengeja Malam dan Cerita di Balik Tempe Mendoan yang Tak Lagi Menghangat

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/

aku menyebutnya si mutan pengeja malam

penyandang tubuh renta yang gemar memakai sarung kumal

luluh kalian akan dibuatnya

ketika pada suatu malam ia berkisah melalui tindakan: beranjak dari nyaman tuk kemudian menantang hujan

kalian tahu untuk apakah semua kekonyolan tersebut rela ia lakukakan?

tempe mendoan…

ya, sewujud pakanan kampung yang mana pada kesempatan sebelumnya diidam oleh rusuknya yang tengah sekarat

/2/
aku menyebutnya si mutan pengeja malam

penyandang tubuh renta yang gemar memakai kopiah kusam

pilu kalian akan dibuatnya

ketika pada suatu kesempatan ia nekat menerjang hujan: menjemput apa yang tengah diidam oleh rusuknya dengan berbekal payung rusak

kalian tahu apa yang membuatnya rela untuk bertindak sekonyol itu?

kasih sayang…

ya, sewujud rasa maha dahsyat yang keberadaannya serupa mukjizat

/3/
aku menyebutnya si mutan pengeja malam

penyandang tubuh renta yang tetap ksatria di batas kapasitasnya

henyak kalian akan dibuatnya

ketika pada suatu kesempatan ia memaksa malam untuk membiarkanya mengeja tentang firasat dan kenyataan hayat yang kan bertemu haribaan

kalian tahu kenapa ia bisa sekonyol itu?

cinta…

ya, sewujud rasa tak berlogika yang telah menjadikannya tegar sekalipun rusuknya telah berpulang bersamaan dengan tempe mendoan yang tak lagi menghangat