Tentang Keresahan dan Omong Kosong

Yang Kerap Terlupakan dalam Setiap Perjalanan

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

biarkan aku berpulang pada kesederhanaan; pada pola pikir yang sederhana, pada cara pandang yang sederhana, serta pada perasaan yang sederhana pula, tapi bukan yang biasa-biasa saja ah, bisakah? “Bukankah yang…

read more

Kali ini, Aku Putuskan untuk Memakai Judul yang Tidak Biasa

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/ sebelumnya kita pernah sama-sama belajar tentang bagaimana caranya menahan lapar pun juga, kita pernah belajar mengoleskan selai kacang di atas roti tawar harga tujuhribuan lalu…ya, itu terjadi di lalu;…

read more

Setablet Obat Pening yang Bercakap dengan Teka-teki, Bukan Ritual Mengutuki Tuhan lantaran Dititipi Cinta Rasa Tahi Ayam

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

aku tahu ceritamu tak akan berlagu pada sembarang pundak pun jua dengan letupan-letupan indah yang masih gagap kaueja mungkin kau bisa secara merta mentitahkan rasa tuk berkemas tapi tidak untuk…

read more

Warna dan Beragam Rupa Ajal dalam Gambar

150 150 Rengga Bagus Nanjar

aku menggambar rupa ajal di atas kanvas lengkap dengan mereka-mereka yang pernah disambanginya pertama: aku bermain dengan warna-warna pucat yang di mana aku biasa menyebutnya dengan tetangga tapi, berkali-kali aku…

read more

Yang Mengaku Datang dari Negeri Kenangan

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

seperti halnya mereka, aku pun terkesan ramah pada apa-apa saja yang mengaku datang dari negeri Kenangan entah itu dengan menyapa, mengajaknya minum teh, atau bahkan menawarinya untuk bermalam ya, seperti…

read more

Nona-nona yang Lupa Menuliskan Namanya di Buku Hadir

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

nona-nona yang lupa menuliskan namanya di buku hadir tersebut gemar menghilang melalui pintu belakang entahlah … sepertinya hal tersebut sudah menjadi tradisi, budaya boleh jadi ketika campuran tuak lokal dan…

read more

Yang Gemar Membaptiskan Dirinya Sebagai Tuhan dan Menjilati Tinja Milik Tetangga Setelah Berkenalan dengan Luka

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/ aku mengenalnya pada sebuah luka pada sebuah tanggapan yang sering diucapakan “Ah, itu biasa!” mungkin kalian akan mengira bila aku tengah mengada-ada tapi, nyatanya aku memang mengenalnya pada sebuah…

read more

Tentang Titah dari Potret dalam Bingkai

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

ada yang giat meninjui langit setelah sekuadron mutan menyalakan petasan mungkin, sangkalnya, itu semua adalah tindakan yang paling mulia setidaknya menurut perundang-undangan Kitab Antaboga: sejenis serat zaman bahula yang ditulis…

read more

Karsinah Tak Marah, Apalagi Meradang, Sekalipun Ia Membawa Pedang

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

Karsinah hanya mengulum ludah manakala otak dan hatinya telah berpindah tempat: dari jauh pemahaman ke dasar cerna sembarangan ya, Karsinah biasa, tak meradang, tak pula muntab apalagi sampai mencak-mencak toh…

read more

Yang Luput dari Lagu Cinta Melulunya Efek Rumah Kaca; Melayu Lebih Bermutu ketimbang Gingseng yang Berjoget di Atas Panggung

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

Cakap nian kaubercerita. Menyusun aksara dengan pola rima yang bernada. Terkesan Melayu; mendayu bak gelombang di perairan Arafuru. Ah, Kisanak terlalu jauh menganalogikan Melayu. Bukankah Arafuru berada di barat daya…

read more

Yang Dilipat Sepanjang Pendar Lampu Kota

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

ada diam yang kaulipat kemudian kausimpan dalam saku celana yang mana pada sepanjang lampu kota kau pernah dengan sengaja membiarkannya beranak-pinak cakap kaumemperlakukan diam dalam kedudukan yang tak biasa agaknya…

read more

Bukan tentang Kecebong dalam Baskom, Melainkan tentang Cebok dan Polah-Tingkah Para Pongah

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

jika kaudapati ada secumplung mutan yang tengah belajar cebok, jangan sekali-kali kaumenyuapinya dengan bantuan: menyodorkan gayung, memberinya tissue, ataupun mengulungkan kertas usang bekas bungkus kacang biarkan dia melakukan proses belajar…

read more