Tentang Keresahan dan Omong Kosong

Sikap

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

melipatnya biasa, tanpa tandas; hingga tak berbekas garis jelas mengangalah bagan yang katanya dilipat remas saja! toh hanya kertas, tak mungkin teriak apalagi melawan ah, jangan lantaran rasamu tertulis di…

read more

Ada Banyak yang Bangsat dari Sejarah Persilatan

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/  ada yang lupa cuci tangan setelah bercakap-cakap dengan masa lalu hampir serupa dengan polah burung kenari yang menggauli si pipit: jungkat-jungkit, crit… ah, sepertinya susunan kata-kata di atas terlalu…

read more

Lambemu, Kecut!

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

minggu punya senja, meski hanya sekadar semburat ya, untung ada bayu, yang menarikan desir lirih nan mendayu kopimu dan kopiku, sama-sama terseduh di mug marmer bergambar karikatur sudah suam-suam kuku,…

read more

Perihal Kau yang pada Suatu Periode Tertentu Bisa Menjelma Persis Seperti Diriku

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

AKU tahu kau sama seperti aku: sama-sama tak menyukai kejelasan. Bahkan di suatu periode tertentu, kau bisa seenak jidat menjelma seperti diriku, persis! Hanya soal cerita yang teremban saja yang…

read more

Mutan Pengeja Malam dan Cerita di Balik Tempe Mendoan yang Tak Lagi Menghangat

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/ aku menyebutnya si mutan pengeja malam penyandang tubuh renta yang gemar memakai sarung kumal luluh kalian akan dibuatnya ketika pada suatu malam ia berkisah melalui tindakan: beranjak dari nyaman…

read more

Senyum

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

bagaimana caramu dalam melipat senyum, aku ingin tahu? apakah kaulipat dalam bentuk kotak, persegi panjang, jajar genjang, atau malah kaulipat agar bentuknya serupa daun waru? atau jangan-jangan kau seperti kakakmu:…

read more

Tiga, dua, dan satu

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/ sudahkah engkau meninabobokan para bangsat? atau, engkau malah tengah sibuk meneteli koreng pada pantat? ah, sudahlah … toh apa pun yang kaulakukan, tetap saja kau akan menganggap bajingan itu…

read more

Layar Kaca Kotak

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

sebatang kretek dan gambar bergerak dalam layar kaca kotak kawakan, dan makin pongah oleh adegan sehisap tiga kepul; putih pucat bergelayut lalu beringsut bul–bul–bul… televisi sialan! adegan ranjang disensor breaking…

read more

Parade Getir dan Desir

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

/1/ sudah petang lagi getir pun kembali menari di bibir cangkir nah, bisakah esok pagi aku menyeduh manis bila petang ini getir telah kutenggak habis? /2/ kau seperti aku gemar…

read more

Absurd

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

Rindu yang akhirnya membawaku pulang; menyadarkan logika bila aku sudah berdiri jauh dari ambang batas kemampuan. “Cepatlah kauberpulang pada apa-apa saja yang menjadi semestinya. Kerena jika tidak, aku akan mengemasi…

read more

Seharusnya Kaubungkus Telinga Ibumu Kemudian Kausimpan dalam Saku

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

kau pernah berpulang pada lelah menekuri keringat serta penat yang mengarat “Adakah cara yang lebih tepat untuk mendulang pelukan selain keluhan?” kau kembali berbincang, lebih tepatnya menyampaikan curhatan: cas–cis–cus tentang…

read more

Gulana Bujang

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

gulana bujang di cangkir kopi getir… hitam nan pahitnya tetap kentara meski telah bergula sungguh, menyedihkannya pakai kepalang! duka gairah bujang terkoyak tangkap perangai tetangga yang tengah mesra: cipika-cipiki, cium…

read more