Yang Kerap Terlupakan dalam Setiap Perjalanan

5184 3456 Rengga Bagus Nanjar

biarkan aku berpulang pada kesederhanaan;

pada pola pikir yang sederhana, pada cara pandang yang sederhana, serta pada perasaan yang sederhana pula, tapi bukan yang biasa-biasa saja

ah, bisakah?

“Bukankah yang sederhana itu membosankan?”

“Tidak juga. Buktinya dengan kesederhanaan aku masih bisa hidup di tengah-tengah pola pikir yang semrawut, di antara cara pandang yang wang sinawang, dan di sela-sela rasa yang tak karuan. Ya, aku bisa, sekalipun masih kerap kepayahan.”

“Kalau memang begitu, pulanglah!”

“Tadinya aku hendak begitu. Tapi, sayangnya aku sudah lupa dengan rupa kesederhanaan … bisakah kau membantuku untuk mengingatnya?”

“Maaf, aku tak bisa. Sebab, rupa kesederhanaan bagi setiap orang itu berbeda-beda.”

“Lantas aku harus bagaimana?”

“Aih, kenapa malah bertanya? Bukankah kau itu cuma sekadar lupa? Jadi, yang seharusnya kaulakukan adalah mengingat-ingat, bukannya malah bertanya.”